Israel Harus Berlaku Jujur dan Adil

 

KOMPAS/DANU KUSWORO / Kompas Images

KOMPAS/DANU KUSWORO / Kompas Images

Sultan Hamengku Buwono X menyalami mantan Presiden Abdurrahman Wahid seusai diskusi dan peluncuran buku Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir karya wartawan Kompas Trias Kuncahyono di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta, Selasa (24/6). Selain Gus Dur dan Sultan HB X, diskusi juga menghadirkan pembicara, Zuhairi Misrawi dan Y Sulistiadi Pr.

 

Rabu, 25 Juni 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas – Sebuah negara akan berjalan baik jika mau berlaku adil dan jujur kepada siapa pun. Hal itu juga harus dilakukan Israel jika ingin dihargai dan dihormati negara-negara lain dan juga oleh rakyatnya sendiri.

Demikian diungkapkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid dalam peluncuran buku Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir karya wartawan Kompas Trias Kuncahyono di Jakarta, Selasa (24/6). Hadir Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Moderate Muslim Society Zuhairi Misrawi, dan pendiri Gerakan Cultura di Vita Rm Y Sulistiadi Pr.

Sebagai sebuah bangsa, Israel berhak mendirikan negara sendiri. Israel berhak memakmurkan rakyatnya. Israel juga berhak melindungi rakyatnya dari serangan pihak luar mana pun.

Namun, Israel juga harus menghormati hak bangsa Palestina untuk merdeka. Hak Palestina sebagai negara berdaulat hingga kini belum diakui. Israel harus berlaku adil kepada Palestina.

Menurut Wahid, sejarah Jerusalem sebagai kota suci bagi tiga agama, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam, sudah diukir sejak 5.000 tahun lalu. Sejarah ini telah menjadikan Jerusalem sebagai kota yang sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Zuhairi menambahkan, sejumlah pihak di luar Jerusalem selalu memperebutkan kepemilikan kota itu. Padahal, seluruh pemeluk agama dan kepercayaan kuno dapat hidup secara berdampingan di kota itu. Karena itu, Jerusalem layak dijadikan simbol perdamaian dan toleransi antarumat beragama.

“Perdamaian dan toleransi merupakan harga mati untuk membangun peradaban dunia secara bersama,” katanya.

Saat ini, lanjut Zuhairi, ada 1.703 judul buku yang mengulas sejarah Jerusalem. Namun, rata- rata buku itu hanya mengklaim kepemilikan sepihak atas Jerusalem berdasarkan agama-agama tertentu. Karena itu, buku yang disusun berdasarkan liputan jurnalistik yang panjang ini mampu melengkapi literatur yang ada dan mengukuhkan Jerusalem sebagai kota suci bagi Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, klaim atas kepemilikan Jerusalem selama ini telah menimbulkan konflik berkepanjangan. Konflik itu bukan hanya melibatkan Israel dan Palestina, tetapi juga antarumat beragama di seluruh dunia.

Sepanjang sejarah peradaban, perebutan atas simbol-simbol keagamaan selalu rentan kekerasan. Kekerasan yang muncul umumnya didorong oleh kekerasan struktural kelompok-kelompok tertentu daripada sikap individual umat beragama.

Kekerasan muncul akibat manusia mengabaikan rasa ketuhanan dan rasa kemanusiaan dalam dirinya demi membela rasa keberagamaannya. Demi membela rasa keberagamaannya itu, banyak orang melakukan kekerasan dan memicu sikap intoleransi.

Agama merupakan jalan kebenaran. Namun atas nama agama pula banyak terjadi tragedi kemanusian. Agama seolah dijadikan pembenaran atas kekerasan yang mengabaikan kemajemukan. (MZW)

 

One response to “Israel Harus Berlaku Jujur dan Adil

  1. saya setuju sekali bahwa agama jangan dijadikan sebagai pembenaran atas tindakan brutal dan pembunuhan.
    tapi apakah semua agama melarang membunuh ? atau hanya ingin membuat persepsi baru ? hanya kejujuran dan keterbukaanlah yg bisa menjawabnya apa yg salah selama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s