Pemblokiran YouTube (bagian II)

Dear kawan2,

Melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang Pemblokiran YouTube (pada 07/04/08), berikut saya masukkan berita dari detikinet tentang perkembangan rencana pemblokiran tersebut. Ini jelas bukan cara yang tepat dan bijak dari pemerintah kita. Saya pikir kita harus melawan bentuk protes terhadap film Fitna dengan aksi pemblokiran. Pemerintah patut menemukan jalan yang lebih baik dari sekedar reaksi berbau hantam kromo itu. Meminjam kata2 penyair Wiji Thukul: Hanya ada satu kata: LAWAN!

_______________

Kasus Film Fitna
‘Blokir Situs Jangan Main Hantam Kromo’
Dewi Widya Ningrum – detikinet


Cuplikan Film Fitna (liveleaks)

Jakarta – Pemerintah boleh-boleh saja melarang peredaran film ‘Fitna’ di internet. Namun, bukan berarti semua situs dan blog yang memuat ‘Fitna’ jadi sasaran pemblokiran.

Terlepas dari pro kontra mengenai isi film Fitna, pemerintah harusnya melakukan pemblokiran konten dengan tepat, tidak main hantam kromo seperti yang saat ini dilakukan. Demikian diungkapkan Valens Riyadi, pengamat dan pelaku bidang teknologi informasi (TI) yang juga aktif di Yayasan Air Putih kepada detikINET, Selasa (8/4/2008).

Situs-situs yang sekarang ini diblok seperti Myspace, YouTube, Rapidshare, dan sebagainya, menurut Valens adalah situs umum yang memuat banyak hal. “Banyak orang di Indonesia yang menjadikan situs itu sebagai alat penting dalam usaha mereka. Banyak orang berjualan online memanfaatkan situs-situs tersebut,” imbaunya.

Pemblokiran yang sekarang dilakukan adalah blok terhadap keseluruhan domain. Padahal di situs yang diblok tersebut terdapat konten yang bermanfaat. Dalam ‘pergaulan’ internet internasional, Valens menilai hal ini tidak memberikan citra yang positif bagi internet Indonesia, namun negatif.

“Bayangkan apabila situs-situs tersebut membalas melakukan blok atas akses yang berasal dari IP Indonesia. Sudah bertahun-tahun kita berjuang supaya IP Indonesia bisa diterima di seluruh situs, terutama situs e-commerce. Hingga saat ini pun belum 100% situs e-commerce menerima IP Indonesia,” tandasnya lagi.

Pihak-pihak yang terkait, lanjut Valens, harus bisa duduk bersama untuk merumuskan langkah apa yang seharusnya dilakukan. Pihak Menkominfo pun seharusnya memberikan instruksi yang lebih jelas dan mendasar, baik secara kebijakan maupun teknis. Ibarat mau membunuh seekor tikus di lumbung, tetapi seluruh lumbung yang kita bakar. Harus ditemukan cara yang tepat supaya blok yang dilakukan tepat sasaran, dan tidak melebar pada konten lain yang berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s