Persiapan yang Baik Menghadapi Kemungkinan Flu Pandemi

Kita tentu berharap pandemi itu tidak akan pernah terjadi. Namun, upaya kearah persiapan dan “jaga-jaga” penting untuk kita lakukan, bila pandemi itu benar-benar datang. Seperti apakah jika pandemi itu terjadi?

Hingga saat ini, penularan virus flu burung H5N1 baru terjadi dari unggas ke unggas dan dari unggas ke manusia. Keadaan ini disebut epidemi. Indonesia sudah sejak Juni 2005 menjadi wilayah epidemi bagi wabah penyakit flu burung.

 Gejala-gejala awal flu burung pada manusia seringkali sama dengan influensa musiman (batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, dll). Penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia (penyakit pada paru-paru) dimana mungkin akan terjadi, kekurangan angin, susah bernafas dan gagal pernafasan. Lantas, bagaimanakah cara penularan virus flu burung dari unggas ke manusia?

         Kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati;

         Kontak langsung dengan kotoran atau lendir unggas yang terserang flu burung melalui saluran nafas atau selaput mata;

         Melalui udara yang tercemar virus yang berasal dari kotoran atau lendir unggas yang terserang flu burung.

Nah, lalu seperti apakah kondisi jika pandemi itu terjadi? Keadaannya adalah ketika virus itu dapat menular dengan mudah sebagaimana dengan flu biasa (virus hasil mutasi H5N1 menjadi sebuah virus baru dan tentu dengan nama baru nantinya). Dimana jika kita bersin atau batuk dekat kawan kita, maka besar kemungkinan kawan kita itu akan tertular pula. Namun celakanya, jika pada flu biasa kita mudah sembuh (sekitar 1 minggu) maka pada flu pandemic ini tipis kemungkinan untuk sembuh, karena memang virus flu pandemic yang cikal-bakalnya dari virus flu burung H5N1 itu merupakan virus berbahaya. Virus pandemic, seperti juga virus flu burung, tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat korbannya meninggal dunia.

Maka, bila keadaan ini benar-benar terjadi virus flu pandemik itu akan sangat mudah menyebar ke seluruh dunia, apalagi alat transportasi di masa moderen ini sudah jauh lebih canggih dibandingkan dengan pada 1918 – 1919 ketika dunia dlanda flu pandemic (flu Spanyol H1N1). Saat itu saja 50 juta kematian terjadi di seluruh dunia. Amerika Serikat kehilangan 500.000 warga negara akibat flu ini.

Jadi, waspada akan bahaya flu pandemic yang bermula dari virus flu burung itu harus senantiasa kita lakukan. Hidup bersih dan sehat, kita dan lingkungan kita harus terus dijaga. Orang Inggris bilang, “We can’t put it out of our minds. We must be prepared for emergencies.”  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s