Flu Burung & Kite

Flu BurungFlu Burungbird_with_flu-2.gifDalam dua bulan ni (pertengahan Juni – Agustus) ane bakalan banyak terlibat dalem isu seputeran flu burung.  Maklum ane ditunjuk sebagai Lead Trainer untuk Avian Influenza Project kantor ane Internews Indonesia. Memang, dalam kurun dua tahun ini flu burung semakin menjadi salah satu permasalahan yang sedang menjadi pusat perhatian dunia.

Kasus pertama wabah penyakit flu burung di Indonesia terjadi pada pertengahan 2003. Saat itu  baru terjadi pada unggas, khususnya ayam. Penyakit ini muncul untuk pertama kali di provinsi Jawa Tengah dan Banten kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai daerah di Indonesia. Pada awal 2004 penyakit yang dibawa virus jenis H5N1 ini sudah menyebar ke seluruh provinsi di pulau Jawa. 

Dan.. sejak Juni 2005 (kasus pertama penularan dari unggas ke manusia yang menimpa sebuah keluarga di Tangerang) virus flu burung telah menulari 100 orang di Indonesia, angka tertinggi di dunia. Sebanyak 80 orang diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut (data per 30 Juni 2007).   

Menurut data dari Departemen Kesehatan, jumlah penularan flu burung dari unggas ke manusia (26 kasus, 23 diantaranya meninggal dunia) menurun dibandingkan dengan tahun lalu (55 kasus, 45 meninggal dunia), namun angka kematian (case fatality rate) melonjak hingga 80 persen. 

Ketua Harian KOMNAS FBPI (Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza) Bayu Krisnamurthi mengatakan kasus-kasus terbaru pada manusia lebih banyak datang dari daerah pedesaan dibandingkan perkotaan. Banyaknya kasus dari pedesaan membuat para korban sulit menjangkau pelayanan kesehatan yang cepat. Dua kasus kematian terakhir terjadi pada R (wanita, 15 th) asal Desa Gondang Kec. Limbangan Kab. Kendal, Jawa Tengah dan Y (pria, 29 th) warga Kec. Peranab Kab. Indragiri Hulu, Riau. 

Nah coba kita lihat kronologis kasus yang terjadi pada R. Almarhumah onset (mula sakit) pada 21 Mei 2007 dengan gejala panas, batuk dan sakit tenggorokan. Pada hari itu pula ia diperiksakan pada bidan di desanya, karena tidak membaik pada 24 Mei 2007 diperiksakan kembali ke bidan. Dan pada 25 Mei dia diperiksakan ke Puskesmas Limbangan dan kemudian dirujuk ke RS Tugurejo. Hari itu juga oleh RS Tugurejo, pasien dirujuk ke RS Kariadi Semarang. Pada 29 Mei pukul 21.00 pasien meninggal dunia. Hasil laboratorium menunjukkan lekosit dan trombosit normal, rontgen pneumonia. Faktor resiko kemungkinan tertular virus flu burung karena kontak dengan ayam mati dan/atau mengolah ayam sakit. Dan dalam waktu yang tidak lama (8 hari) virus flu burung telah berhasil merenggut nyawa R. 

Flu Burung sampai saat ini belum ada obatnya. Tamiflu atau Oseltamivir (obat Flu Burung) hanya menekan perkembangan virus dan efektif diberikan 2x 24 jam sejak pasien menderita sakit. Jadi, untuk kasus R nampaknya memang sudah sulit ditolong karena sudah terlambat dalam penanganan dini ketika R merasa sakit pada 21 Mei lalu. 

Kesadaran publik tetap menjadi strategi utama dalam mengalahkan flu burung. Untuk itulah perilaku hidup bersih dan sehat menjadi penting agar virus flu burung tidak mudah berjangkit di tubuh kita.

Oleh karena itu kita wajib waspada agar terhindar dari flu burung (supaya juga tidak terjadi flu pandemi) dengan melakukan perilaku bersih dan sehat meliputi:

1.      Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa.

2.      Cuci pakai sabun tangan dan peralatan masak sebelum masak atau memasak. Masak ayam dan telur ayam sampai masak sebelum dikonsumsi.

3.      Pisahkan unggas dari manusia. Dan juga pisahkan unggas baru dengan ungas lama selama 2 minggu.

4.      Periksakan ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika mengalami gejala flu dan demam setelah kontak dengan unggas/ayam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s