satpam “melarang” saksi mata bicara pada pers

Siang ini saya melihat sebuah berita di RCTI tentang ruko mewah di kawasan Jakarta Selatan terbakar. Sebab kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek dari sebuah ruang di lantai dua. Wartawan, termasuk dari RCTI, mencoba mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi melalui saksi mata.

Salah seorang saksi mata itu adalah seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di tempat itu. Tak dinyana, setelah wawancara selesai, seorang satpam ruko menginterogasi sang saksi mata dengan mengajukan beberapa pertanyaan: “apa yang kamu katakan tadi pada wartawan?”; jangan bicara sembarangan kamu?”; dll. Kejadian berbau intimidasi ini direkam dengan baik oleh RCTI.   Sebagai seorang jurnalis, menyaksikan kejadian ini di kepala ane jadi muncul pertanyaan: “ade ape dengan terbakarnya ruko mewah itu?”; “mengapa si satpam menginterogasi (baca: menghalangi atau kalau tidak ingin disebut melarang) si saksi mata?”; “apa hak si satpam melakukan itu?”; apa di negeri kite ini ade peraturan yang melarang seorang individu merdeka, seperti tukang bangunan itu bicara pada pers (apalagi kedudukannya adalah sebagai saksi mata)?”; dsb. 

Dalam kaidah jurnalistik, seorang saksi mata pada suatu bencana adalah nara sumber utama yang harus dikejar wartawan demi mendapatkan informasi valid/faktual. Jadi jika ada pihak-pihak yang tidak berkenan atau apalagi menghalangi wartawan ataupun si saksi mata dalam kasus ini, jelaslah mereka telah menghambat public rights to know (hak publik untuk tahu) atas apa yang sesungguhnya telah terjadi pada suatu peristiwa. Nah, wartawan adalah ujung tombak dalam memenuhi hak publik tersebut lewat kerja-kerja jurnalistik/liputan mereka. 

Kepada pengelola ruko tersebut, saya sangat berharap si satpam itu mendapat hukuman pantas atas tindakannya itu. Dan kepada satpam lainnya, harus segera ditingkatkan kapasitasnya sebagai tenaga satuan pengamanan terutama bagaimana jika mereka pada suatu saat harus berhadapan dengan pers.

5 responses to “satpam “melarang” saksi mata bicara pada pers

  1. mungkin satpamnya pengen ke shoot juga, alias pengen masuk tipi juga.. jadi tuh satpam cari info tambahan biar bisa ngomong lebih banyak dari pada saksi mata..😀

  2. Satpam juga manusia….pantes dong ia pengen masuk tipi juga. Apalagi yang ngeliput wartawan betawi……he…he….he… 🙂

  3. Satpam juga manusia broer…….pengen ngetop juga….emangnya cuma menteri..? 😉

  4. Oh si Om Satpam juga haus publikasi toh🙂
    Sama kok dengan disini, kalau ada eventualities, mesti para security personnel yang berada di baris paling depan tampil didepan kamera dan dihadapan para reporter…

  5. Pagi ini saya secara tidak sengaja menemukan website guru Fiature saya BangFirman, semoga ia masih mengigat saya, yang pernah gabung di JRDL UNESCO, Bang Fir, saya Tony yang tinggal di Polewali Mandar Sulawesi Barat. Alhamdulillah sekarang saya udah kelolah radio sendiri di kota Polewali, tentu masih banyak ilmu yang ingin saya dapatkan dari bangFir, semoga masih berkenang mengajari. Salam Tony.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s