call center lelet? gak lagi

kite sering kali kesel dan gregetan tatkala terpaksa harus menghubungi call center (kontak layanan pelanggan) apa saja (misalnya: layanan jasa telekomunikasi, berbagai kartu kredit, dll) karena ada sesuatu yang akan kite keluhkan seputar layanan mereka atawa sekedar ingin mengajukan pertanyaan.

kesel? karena layanan petugas yang sering kali lama amat, belum lagi terlalu banyak “pintu” (seperti: tekan 1 untuk layanan pasang baru, tekan 2 untuk pengaduan, dsb) yang harus kite masuki sebelum bener-bener berada pada bagian yang memang kite inginin.

gregetan? kadang kite juga harus “bertemu” dengan customer service yang kurang sekali semangat pelayanannya pada pelanggan, seperti: gak tanggap apa yang disampaikan pelanggan, tidak banyak mengambil pelajaran dari keluhan-keluhan yang sering disampaikan pelanggan sehingga seharusnya mereka lebih cepat dalam meresponnya, dll.

nah menurut rencana, pemerintah kite dalam waktu yang kagak lama lagi bakal menetapkan standarisasi kualitas pelayanan yang wajib dipenuhi seluruh operator penyelenggara telekomunikasi dasar (link: detikInet). dalam aturan yang masih menunggu masukan dari publik hingga 8 mei mendatang itu, diantaranya akan berisi tentang: panggilan pelanggan harus dijawab call center tidak lebih dari 20 detik, setidaknya 80% permintaan pemulihan gangguan layanan telepon tetap lokal, SLJJ, dan SLI harus dipenuhi dalam 24 jam terhitung dari waktu permintaan pemulihan layanan diterima, dst.

ane pribadi berharap peraturan ini segera dibuat hingga masyarakat segera dapat merasakan pelayanannya serta menilai pelaksanaan peraturan itu. semoga juga, peraturan ini segera diikuti dengan peraturan serupa untuk perusahaan atawa lembaga-lembaga jasa lainnya.. ditunggu lho pak dirjen postel!!

Link: Dalam 20 Detik, Operator Wajib Jawab Panggilan Darurat (Achmad Rouzni Noor II – detikInet)

One response to “call center lelet? gak lagi

  1. Betul Bang Fir! Pengalaman saya dengan call center Bank Niaga, misalnya. Kalimat yang dipakai untukmengarahkan pelanggan tentang tombol berapa yang musti ditekan sangat tidak jelas, sehingga begitu masuk.. eh salah. Katanya, “coba Ibu ulang dari awal lagi, lalu setelah kalimat … tekan tombol 4, bukan 3. Ketika saya coba, ya salah juga. Padahal kan kita sudah menghabiskan pulsa telepon. Yah kita tunggu lah, mudah-mudahan ada perbaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s