NGALOR-NGIDUL bareng bang fir

Surat-Surat Tentang Lapar (oleh GM)

April 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Surat-Surat Tentang Lapar

untuk Atiek,
di Gunung Kidul

Tandus kapur mengepung
Cinta pedih rembulan gunung
Kesetiaan penghuni malam-malam hari
Mendesak lapar dan erang sunyi

Dan membisu mati ini
Di punggung kapur tanah putih
Menangkis seribu musim paceklik
Menanti kembali setiap detik

untuk Mardi,
di kota kelahiran

Di seluruh tanah, di seluruh kemarau
Bayangan tangan rebah menjangkau
Menghempas tinju ke sepi segala
Antara malam dan dengkur lupa

Dan tentang esok
Di pagi putih kemuning rontok
Kembali lagi senyum abadi
senyum yang lapar, yang bersendiri

untuk Don,
dan untuk Basuki

Lapar berada di senja begini: yang berdalih
Dari segala jemari letih
Yang terangguk dalam gemetar malam buta
Yang tersisih jauh dari kata

1961

Kategori: Puisi GM · Sastra

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar