NGALOR-NGIDUL bareng bang fir

nurfaizi 1

April 26, 2007 · & Komentar

id_quadrant.jpgselama selasa dan rabu (24-25 april 2007) lalu ane menjadi observer dari sebuah pelatihan tentang weblog yang diadakan friedrich-naumann stiftung (fns). pelatihan ini bertajuk “blogging for democracy” karena memang pelatihan ini sengaja diperuntukkan bagi para politisi untuk mengembangkan atau menambah kapasitas mereka. para peserta biasanya merupakan anggota sebuah partai politik di indonesia. nah pada dua hari itu adalah giliran pd alias partai demokrat, partainye presiden sby. sebelumnya pkb –partai kebangkitan bangsa. salah seorang peserta adalah pak nurfaizi, tepatnya komjen (purn) nurfaizi. ia sekarang pengurus pd, jabatannya ketua dpp bidang hankam & psikologi. ane kagum dengan semangat & keseriusan beliau dalam mengikuti pelatihan itu. tidak sungkan bertanya & tekun mencoba apa yang diberikan para pelatih dari fns: vera & thamrin. 

sudah lama rasanya tidak melihat pak nur, baik liwat media massa maupun bertemu langsung. Ane jadi teringat pada suatu peristiwa di tahun 2000, tepatnya momen sidang tahunan mpr. waktu itu ada aksi unjuk rasa mahasiswa & serikat petani pasundan di depan gedung dpr/mpr. pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi tentang persoalan-persoalan reformasi agraria, khususnya untuk petani. mereka juga meneriakkan yel-yel sehingga membuat demonstrasi makin semarak.

 

dalam aksi tersebut, demonstran juga menuntut pembebasan 4 aktivis rekan mereka yang menurut mereka ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan aksi serupa beberapa hari sebelumnya.

 

kala itu ane menjadi salah seorang jurnalis yang meliput peristiwa itu. ane membuat reportase tunda (delayed reportage) untuk kantor ane,  kantor berita radio quadrant: sebuah kantor berita radio pertama di indonesia yang didirikan grup masima atawa yang lebih dikenal dengan nama prambors grup.

 

beruntung, waktu itu kapolda metro jaya irjen nurfaizi datang ke depan gedung dpr/mpr sehingga ane memberanikan diri (tanpa konfirmasi lebih dahulu) menemui dan mewawancarainya, terutama untuk memberikan cover both side atas pernyataan demonstran tentang aksi penculikan yang dilakukan aparat kepolisian. alhamdulillah, pak nur berkenan. ane masih ingat, waktu itu ane wawancara menggunakan handphone dan langsung direkam di studio quadrant, di jl. mendut, jakarta pusat.

 

pada kesempatan pelatihan, ane juga sempat ngomongin soal ini lagi. eh ternyata pak nur masih ingat tentang peristiwa unjuk rasa itu & wawancara ane. ane janji ke pak nur akan menuliskan sesuatu tentang ini dalam blog ane. ane juga bilang ke jenderal polisi itu kalo laporan ane itu berhasil menyabet pemenang pertama the radio program awards kategori reportase yang diadakan sebuah lembaga jerman, friedrich-naumann stiftung..   lihat  laporan ane itu pada posting berikutnya (bagian II)

Kategori: ane punye cerite

10 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar